Minggu, 20 Maret 2011

Keluarga Yang Diberkati Tuhan!

Bacaan: Mazmur 127:1-2 

Saudara saya yakin tidak ada satupun keluarga yang mau hidup sia-sia bukan?, apalagi mati sia-sia!, kecuali bagi mereka yang putus asa dan tidak memiliki pengharapan hidup!.

·         Ada banyak orang percaya yang bekerja tidak kenal lelah dari pagi bahkan sampai tengah malam 24 jam! Supaya hidupnya tidak sia-sia, bahkan hari minggupun ia bekerja padahal ia tahu betul, hari minggu adalah hari yang kudus  hari dimana Allah istirahat dari pekerjaan penciptaan bumi.  Hari kemenangan dimana Kritus bangkit dari kematian.  Namun matanya tertutup oleh kebutuhan jasmani yang harus terpenuhi namun ternyata sampai saat inipun hidupnya kurang terus!.
·         Ada satu pasangan muda percaya,  mempercayakan anak satu-satunya diasuhan oleh pembantu, mereka sendiri tidak punya waktu untuk memberikan kasih sayang kepada anaknya dengan alasan demi karir dan masa depan anaknya! Tapi sayang anaknya meninggal tepat ketika anaknya meminta ditemani saat panas demam berdarah merengut nyawa anaknya. Mereka lalai menjaga harta warisan yang berharga yang Tuhan percayakan kepada mereka, Tragis!

Dari cerita di atas kita melihat bahwa kerja keras dan usaha manusia untuk terhindar dari kehidupan yang sia-sia ternyata berakhir dengan kesia-siaan!, mengapa saudara? Kerena mereka salah dalam meletakan dasar kehidupan mereka!.  Mereka meletakan landasan hidup mereka kepada hal yang fana UANG/ MATERI!.

Firman Tuhan hari ini dengan jelas menyampaikan  untuk terhindar dari kehidupan yang sia-sia, untuk memperoleh keselamatan hidup  bukan terletak kepada Uang atau Materi tetapi terletak kepada BERKAT TUHAN!.  Raja Daud mau memberi kesaksian bahwa,
1.       Jikalau kita mau membangun sebuah keluarga, ajaklah Tuhan untuk bersama-sama kita membangun sebuah keluarga. Karena jikalau kita yang membangun maka kitalah yang membangun dan kita tahu akhir kesudahannya, adalah kesia-siaan.  Tapi jika kita membiarkan Tuhan yang  membangun keluarga kita, maka kita akan diberkati oleh-Nya!. (ay. 1a).
2.       Janganlah kuatir akan hidup keluargamu yang hidup di mana Tuhan menempatkan kita (di kota, desa, dll), Undanglah Tuhan masuk dalam kehidupan keluarga kita  baik dalam bisnis, pekerjaan, studi sekolah anak-anak dlsb! Ketika kita mengundang Tuhan masuk dalam seluruh aspek kehidupan kita maka  Tuhanlah yang mengawal dan menjagai keluarga kita!.  Karena jikalau kita yang mengawal, kitalah yang mengawal, kita tahu akhir kesudahannya, adalah kesia-siaan. Mengapa kita sangat terbatas dalam ruang gerak dan waktu. Tuhan Ia tidak terbatas oleh ruang dan waktu!. (ay 1b).
3.       Hidup adalah untuk Tuhan dan untuk keluarga.  Buat apa kita bekerja lebih dari waktu yang Tuhan tentukan? Ada waktu untuk beristirahat, waktu ini kita gunakan untuk keluarga!. ada waktu untuk beribahdah, waktu ini kita gunakan untuk Melayani Tuhan!. Sia-sialah kita bekerja sampai larut malam, sia-sialah kita makan dari penghasilan yang didapat dengan susah payah!. Karena ternyata untuk mendapatkan semuannya tidaklah susah, Tuhan menyediakannya waktu kita sedang tidur….(ay 2).  Artinya bukan kita tidak bekerja!. Rasul paulus katakan jika kita tidak bekerja janganlah kita makan!. Tetapi yang dimaksud adalah, bekerjalah sesuai waktu yang Tuhan sediakan sementara selebihnya adalah urusan Tuhan demikian kata Amsal 10:22 katakan “berkat Tuhanlah yang membuat kita kaya, susah payah tidak menambahinya. Dengan kata lain untuk menjadi kaya engga perlu kerja dengan susah payah sampai melupakan waktu intim kita dengan Tuhan, melupakan waktu intim kita dengan Istri/ suami dan melupakan waktu intim kita dengan anak-anak kita!.

Belajar dari Daud yang diberkati Tuhan,  ada 3 hal yang perlu kita pahami:

1.       Jika kita yang membangun keluarga, kitalah yang membangun tapi jika kita berdoa Tuhanlah yang membangun keluarga kita.
2.       Jika kita yang mengawal keluarga, kitalah yang mengawal, tapi jika kita berdoa Tuhanlah yang mengawal kita
3.       Jika kita bekerja, kitalah yang bekerja, tapi iika kita berdoa Tuhanlah yang bekerja untuk kita



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar